SISTEM AGROFORESTRI DI INDONESIA DAN BIODIVERSITAS

Posted: March 31, 2011 in Referens

SISTEM AGROFORESTRI DI INDONESIA

Agroforestry merupaka ilmu baru  yang ditemukan tetapi merupakan teknik pertanian lama. Teknik ini bukan dari penelitian tetapi perilaku petani yang memanfaatkan lahannya dengan menanam banyak tanaman yang berbeda dan terdapat tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Agroforestry merupakan gabungan dari ilmu kehutanan dan agronomi yang memadukan usaha kehutanan dengan usaha tanaman produksi untuk menciptakan keselarasan antara intesifikasi pertanian dan pelestarian hutan. Semua itu berjalan seiring waktu dan tidak pernah ada yang mencatat proses dan hasilnya teknik agroforestry ini.

  • Jenis agroforestry
    • Sistem agroforestry sederhana.

Suatu sistem pertanian dimana pepohonan ditanam secara tumpang sari dengan satu atau lebih jenis tanaman semusim tetapi kurang dari lima jenis. Sistem ini, dalam versi Indonesia, dikenal dengan “taungya” yang diwajibkan di areal hutan jati di Jawa dan dikembangkan dalam rangka program perhutanan sosial dari Perum Perhutani. Pada lahan tersebut petani diijinkan untuk menanam tanaman semusim di antara pohon-pohon jati muda. Hasil tanaman semusim diambil oleh petani, namun petani tidak diperbolehkan menebang atau merusak pohon jati dan semua pohon tetap menjadi milik Perum Perhutani. Bila pohon telah menjadi dewasa, tidak ada lagi pemaduan dengan tanaman semusim karena adanya masalah naungan dari pohon. Jenis pohon yang ditanam khusus untuk menghasilkan kayu bahan bangunan (timber) saja, sehingga akhirnya terjadi perubahan pola tanam dari sistem tumpangsari menjadi perkebunan jati monokultur.

  • Sistem agroforestry kompleks

Suatu sistem pertanian menetap yang melibatkan banyak jenis tanaman tahunan yang diselingi dengan tanaman semusim, tanaman tahunan ini berbasis pohon baik sengaja ditanam atau tumbuh alami. Jumlah spesies yang ada lebih dari 5 dan kondisinya menyerupai hutan.

  • Agroforestry tradisional

Agroforestry yang terbentuk tanpa mengadopsi teknk-teknik dari luar dan benih-benh dari luar untuk didatangkan mengisi agroforestry. Agroforestry tradisional ini hanya memanfaatkan apa yang ada disitu dan menggunakan teknik seadanya yang diketahui.

  • Agroforestry modern

Agroforestry yang terbentuk dengan mengadopsi teknik-teknik dari luar dan benih-benihnya diproduksi dari luar. Bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena teknik dan benihnya merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan.

 

  • Keuntungan dari sistem agroforestry

Agroforest mempunyai fungsi ekonomi penting bagi masyarakat setempat. Peran utama agroforest bukanlah produksi bahan pangan, melainkan sebagai sumber penghasil pemasukan uang dan modal. Misalnya: kebun damar, kebun karet dan kebun kayu manis menjadi andalan pemasukan petani. Bahkan, agroforest seringkali menjadi satusatunya sumber uang tunai bagi keluarga petani. Agroforest mampu menyumbang 50 % hingga 80 % pemasukan dari pertanian di pedesaan melalui produksi langsungnya maupun tidak langsung yang berhubungan dengan pengumpulan, pemrosesan dan pemasaran hasilnya. Karena mereka bisa panen tiap waktu sebab tanaman yang ditanam berbeda-beda. Banyak manfaatnya dalam penggunaan sistem agroforestry seperti mengurangi efek rumah kaca, memperbaiki iklim mikro, tempat habitat musuh alami dan beberapa hewan, lapangan pekerjaan dan banyak lagi.

  • Tantangan agroforestry
    • Kebutuhan lahan meningkat seiringnya jumlah penduduk yang membutuhkan sandang dan pangan.
    • Jaminan penguasaan pohon dan lahan dengan perhutani sehingga  pengguna lahan yang menanam takut buat menanam tanaman tahunan.
    • Ketersediaan data terbatas karea hasil dan prosesnya tidak penah dicatat.
    • Kemungkinan untuk dilaksanakan ditempat lain belum tentu sama dengan ditempat yang mengalami keberhasilan atau kegagalan.
    • Agroforestry tidak mudah dikenali.
    • Agroforestry seperti rimba.
    • Produktifitasnya sulit diukur.
    • Agroforestry bukan sistem “modern”.

 

 

 

 

 

FUNGSI DAN PERAN AGROFORESTRY PADA SKALA LANDSCAPE

  • Alih guna lahan mengakinbatkan banyak masalah saat ini, semua karena ada penyebabnya. Penebangan liar yang semakin banyak di negeri ini tidak didampingi dengan penanaman dan pelestarian untuk menggantikannya. Di bawah ini alasan alih guna lahan :

1)    Perluasan lahan pertanian yang semakin tinggi karena kebutuhan pangan yang cukup tinggi.

2)    Nilai ekonomi kayu yang sangat tinggi dan permintaan pasar terhadap kayu juga tinggi.

3)    Progam perluasan pemukiman karena seiring bertambahnya penduduk.

4)    Tempat penampungan air yang dibutuhkan.

5)    Penggalian bahan tambang sangat bernilai tinggi karena di Indonesia penuh dengan SDA.

6)    Bencana alam yang kerap terjadi.

 

  • Akar masalah alih guna lahan

1)    Tekanan penduduk karena bertambahnya penduduk dan perubahan pola kebutuhan misalnya, menginginkan kayu dan rumah dipuncak

2)    Tekanan hutang dari luar negeri. Indonesia bisa mencari hutang di luar negeri dengan mudah karena SDA yang tinggi disini. Sehingga negara yang memberi pinjaman yakin Indonesia mampu membayarnya dengan SDA yang ada.

 

  • Fungsi agroforestry pada tingkat landscape
    • Fungsi biofisik dan lingkungan

1)    Emisi gas rumah kaca bisa turun.

2)    Keanekaragaman hayati meningkat.

3)    Sifat fisik permukaan tanah menjadi baik.

4)    Sistem hidrologi terjaga.

5)    Pelestarian musuh alami dan pengendalian hama penyakit.

  • Fungsi sosial ekonomi

1)    Sumber pendapatan dari aneka produk agroforestry.

2)    Lapangan kerja meningkat.

3)    Jasa lingkungan untuk petani dan daerah.

 

  • Sosial budaya

1)    AF dan aspek penguasaan lahan.

2)    AF sebagai pelestarian identitas kultural.

3)    AF dan kelembagaan lokal.

4)    AF sebagai pelestarian pengetahuan loka.

Biodiversitas

Biodiversitas sangat penting dengan begitu banyak manfaatnya yang akan didapatkan. Manfaat yang didapatkan dari segi biofisik, ekonomi dan sosial. Manfaat yang didapatkan :

  • Biofisik

1)    Emisi gas rumah kaca bisa turun.

2)    Keanekaragaman hayati meningkat.

3)    Sifat fisik permukaan tanah menjadi baik.

4)    Sistem hidrologi terjaga.

5)    Pelestarian musuh alami dan pengendalian hama penyakit.

6)    Kesuburan tanah terjaga.

  • Ekonomi

1)    Pendapatan petani meningkat dan produksi merata karena panennya yang berbeda-beda.

2)    Membuka lapangan pekerjaan.

3)    Kecilnya gagal panen.

4)    Input untuk pupuk berkurang.

  • Sosial

1)    Mendapatkan jasa lingkungan.

2)    Pelestarian identitas lokal seperti tanaman endemik dll.

3)    Kelembagaan yang berbeda dengan penggunaan tanaman semusim.

Saat ini begitu basarnya penggunaan hutan sebagai lahan persawahan dan pemukiman mengakibatkan biodiversitas menurun, diperlukan adanya konservasi untuk memperbaiki.

ü  Konservasi yang ditawarkan tetap memperhatikan aspek sosial,ekonomi dam biofisik. Pertama yang dilakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat agar tidak terjadi salah paham dan bertujuan untuk keberlanjutan program konservasi.

ü  Menampung keinginan masyarakat setempat dan mencoba mengabulkan keinginan dan menggabungkan dengan konsepan dari pengkonservasi dengan memperhitungkan positif dan negatif dari setiap apa yang dilakukan.

ü  Menganalisis akar masalah yang dihadapi masyarakat dalam pengembangan pertanian. Masalah-masalah yang didapatkan akan dicari solusinya. Solusi ydibahas dengan mendapatkan manfaat dari segi sosial, ekonomi dan lingkungan.

ü  Semua itu melalui tahapan yang sistematik agar tidak terjadi kesalahan yang besar dan mengetahui perkembangannya. Tahapanya : perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s