BUDIDAYA KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L.)

Posted: April 4, 2011 in Horticulture

KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L.)

KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L.)

KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L.)

1. SEJARAH SINGKAT

Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari

Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan

oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). Di Benua Amerika penanaman

berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. Kacang Tanah ini pertama

kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan

Portugis.

Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang

bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala. Bahasa Inggrisnya kacang

tanah adalah “peanut” atau “groundnut”.

2. JENIS TANAMAN

Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut:

Kingdom          : Plantae atau tumbuh-tumbuhan

Divisi               : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji

Sub Divisi        : Angiospermae atau berbiji tertutup

Klas                 : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua

Ordo                : Leguminales

Famili              : Papilionaceae

Genus              : Arachis

Spesies : Arachis hypogeae L.; Arachis tuberosa Benth.; Arachis guaramitica

Chod & Hassl ; Arachis idiagoi Hochne.; Arachis angustifolia (Chod &

Hassl) Killip.; Arachis villosa Benth.; Arachis prostrata Benth.; Arachis

helodes Mart.; Arachis marganata Garden.; Arachis namby quarae

Hochne.; Arachis villoticarpa Hochne.; Arachis glabrata Benth.

Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya

bertipe tegak dan berumur pendek (genjah).

Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:

a) Daya hasil tinggi.

b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari.

c) Hasilnya stabil.

d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun).

e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek.

Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal, yaitu:

a) Kacang Brul, berumur pendek (3-4 bulan).

b) Kacang Cina, berumur panjang (6-8 bulan).

c) Kacang Holle, merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas

yang ada. Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena

memang berbeda varietas.

3. MANFAAT TANAMAN

Di bidang industri, digunakan sebagai bahan untuk membuat keju, mentega, sabun

dan minyak goreng. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas

kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi

jamur. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus, digunakan

juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sebagai bahan pangan dan

pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak (40,50%), protein

(27%), karbohidrat serta vitamin (A, B, C, D, E dan K), juga mengandung mineral

antara lain Calcium, Chlorida, Ferro, Magnesium, Phospor, Kalium dan Sulphur.

4. SENTRA PENANAMAN

Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India, Cina, Nigeria,

Amerika Serikat dan Gombai, kemudian meluas ke negara lain. Di Indonesia kacang

tanah terpusat di Pulau Jawa, Sumatra Utara, Sulawesi dan kini telah ditanam di

seluruh Indonesia.

pohon kacang tanah

5. SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim

a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.300

mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak

terserbuki oleh lebah. Selain itu, hujan yang terus-menerus akan meningkatkan

kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.

b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit, karena suhu udara

minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. Bila suhunya di

bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat,

bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.

c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. Adanya

curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar

pertanaman.

d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang

tanah, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

2. Media Tanam

a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang

gembur/bertekstur ringan dan subur.

b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH

antara 6,0–6,5.

c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.

Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada

disekitar lokasi penanaman. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan

yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering, baik bagi pertumbuhan kacang

tanah.

3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada

ketinggian antara 500 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih

Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:

a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.

b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.

c) Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.

d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.

e) Kadar air benih berkisar 9-12 %.

2) Penyiapan Benih

Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut:

a) Benih dilakukan secara generatif (biji).

b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat.

c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan.

d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh

Balai Sertifikasi Benih.

2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan

Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih

yang dibutuhkan. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan

tanaman kacang tanah.

2) Pembukaan Lahan

Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam

gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan

lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan

inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada.

Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak, seperti kerbau, sapi, atau pun dengan

mesin traktor. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan

alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.

3) Pembentukan Bedengan

Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan

ukuran yang telah ditentukan, yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0,5 m dan

untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter.

Sedangkan untuk tanah datar, luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter.

Ketebalan bedengan antara 20–30 cm.

4) Pengapuran

Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam,perlu

dilakukan pengapuran. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat

pembajakan adalah 1-2,5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata.Selambat-

lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

5) Pemupukan

Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.

Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah

TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam.

Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm.

3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanam

Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang

subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm

atau 30 x 20 cm. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu

40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.

2) Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah

ditentukan di atas.

3) Cara Penanaman

Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. Masukan

benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam

yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan, di lahan sawah

dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September

(palawija II). Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi

rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian

benih langsung ditanam paling lambat 6 jam.

4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman

Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh, untuk

penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh

±3-7 hari setelah tanam).

2) Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. Juga agar

tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 5-7 hari.

3) Pembubunan

Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan

sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan

tanaman.

4) Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu

Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. Semua

dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang

tunggal.

5) Pengairan dan Penyiraman

Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada

musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan

penyiraman, karena dapat menggganggu penyerbukan.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya

dilakukan pada sore atau malam hari. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai

dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut.

7) Pemeliharaan Lain

Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, asalkan

tidak memerlukan biaya yang berarti, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeli-

haraan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang

kesehatan tanaman)

7. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama

a) Uret

Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu

dan mati. Pengendalian: menanam serempak, penyiangan intensif, tanaman

terserang dicabut dan uret dimusnahkan.

b) Ulat berwarna

Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian:

penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C, Sevin 85 S atau Sevin 5 D.

c) Ulat grapyak

Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok.

Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2)

penyemprotan insektisida lannate L, Azodrin 15 W5C.

d) Ulat jengkal

Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan insektisida

Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C, Lannate L Sevin 85 S.

e) Sikada

Gejala: menghisap cairan daun. Pengendalian: (1) penanaman serempak,

pergiliran tanaman; (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP, Lebaycid 500

EC, Sevin 5D, Sevin 85 S, Supraciden 40 EC.

f) Kumbang daun

Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga.

Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan Agnotion 50 EC,

Azodrin 15 W5C, Diazeno 60 EC.

7.2. Penyakit

a) Penyakit layu

Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin, 1 ha membutuhkan

0,5-1 liter. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha.

b) Penyakit sapu setan

Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman

inang dibersihkan (sanitasi lingkungan).

c) Penyakit bercak daun

Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45,

atau Deconil pada tanaman selesai berbunga, dengan interval penyemprotan 1

minggu atau 10 hari sekali.

d) Penyakit mozaik

Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak

tanaman itu baru tumbuh.

e) Penyakit gapong

Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya, kemudian baru diberi

DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi.

f) Penyakit Sclertium

Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan.

g) Penyakit karat

Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor

penularan harus dibasmi.

8. PANEN

1. Ciri dan Umur Panen

Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek

± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap

dipanen antara lain:

a) Batang mulai mengeras.

b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.

c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.

2. Cara Panen

Pencabutan tanaman, lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari, memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan

penyimpanan, untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat

berbagai jenis produk makanan.

3. Perkiraan Produksi

Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas, misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1,5-2,5 ton polong kering.

9. PASCAPANEN

  • Pengumpulan

Kumpulkan brangkasan tanaman kacang tanah ditempat strategis

  • Penyortiran dan Penggolongan

Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya, lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang

  • Penyimpanan

Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering, masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah

  • Pengemasan dan Pengangkutan

Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus, kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN

4.1. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1. Sewa lahan 1 musim tanam 2. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4.000,3. Pupuk – Urea: 100 kg @ Rp. 1.500,-

- TSP: 100 kg @ Rp. 1.800,- KCL: 50 kg @ Rp. 1.650,4. Pestisida: 2 liter @ Rp. 50.000,5. Peralatan 6. Tenaga kerja – Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10.000,- Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW – Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. 180.000,Rp. 82.500,Rp. 100.000,Rp. 200.000,Rp. 500.000,Rp. 112.500,Rp. 77.500,Rp. 115.000,Rp. 150.000,Rp. 2.967.500,-

b) Pendapatan 1. Berupa polong kering 2.000 kg @ Rp. 2.000,Rp. 4.000.000,2. Berupa biji kering (rendemen 0,6): 2.000 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 4.800.000,c) Keuntungan bersih 1. Berupa polong kering 2. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1. O/I berupa polong kering 2. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria, HKW : Hari kerja wanita. 4.2. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum, meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan, namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Yang terjadi di lapangan, sebelum panen tiba, para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah, selama tahun 1969-1991, produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus. Di Indonesia, angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya, menempati urutan ke-2 setelah kedelai.

pohon kacang tanah

pohon kacang tanah

By : Candra Quida N

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s