FISIOLOGI PASCA PANEN PADA BUNGA ANGGREK POTONG

Posted: April 4, 2011 in Horticulture

FISIOLOGI PASCA PANEN PADA BUNGA ANGGREK POTONG


PENDAHULUAN

Anggrek merupakan tanaman yang sangat banyak jenisnya, terutama

keindahan bunganya. Bentuk, ukuran variasi warna, dan corak bunga anggrek

memiliki keindahan yang sangat mempesona. Warnanya beraneka ragam dari putih,

kuning, jingga, merah nyala, merah tua, pink dan two-ione (dua warna). Susunan

bunyanya pun sangat bagus. Daya tahan kesegaran bunganya pun luar biasa.

Kesegaran anggrek potong mampubertahan hingga 3 pekan, walau tanpa diberi bahan

pengawet. Itulah sebabnya, bunga anggrek sering dijuluki ratu bunga.

Di lingkungan penganggrek, dikenal adanya anggrek sebagai tanaman

kolekksi dan anggrek sebagai tanaman bunga potong. Kedua anggrek itu mempunyai

sifat dan karakteristrik sberbeda. Kesalahan memilih jenis terlihat ketika hasil

produksi akan dimanfaatkan. Anggrek yang bukan untuk bunga potong akan cepat

layu ketika dirangkai sebagai bunga hias.

Anggrek sebagai bunga potong memiliki kriteria yang khas. Jenis itu memiliki

nilai ekonomis, mudah dibudidayakan dan anggrek potong memiliki ketahanan yang

sangat baik kalau perlakuan panen dan pasca panennya dikerjakan dengan baik.

Anggrek sebagai bunga potong merupakan produk yang mudah rusak kalau

penangannya kurang hati-hati. Ini karena kualitas bunga potong sangat ditentukan

oleh penampilannya yang dituntut harus prima.

Dengan demikian perlu adanya upaya teknik pengawetan yang tepat agar

kesegaran bunga yang telah dipotong dari tanaman tetap menarik dalam waktu yang

cukup lama. Teknik pengawetan di arahkan kepada upaya untuk menghambat layu

respiarasi, layu tranpirasi dan pencegahan dari kerusakan akibat jamur dan bakteri.

 

BUNGA ANGGREK POTONG

Anggrek termasuk tanaman dari keluarga Orchidaccea. Tanaman berbunga

indah ini tersebar luas di pelosok dunia, termasuk Indonesia. Kontribusi anggek

Indonesia dalam khasanah anggrek dunia cukup besr. Dari 20.000 spesies anggrek

yang tersebar di seluruh dunia 6.000 di antaranya hasil silangan atau hibrida.

Diperkirakan setiap tahun dihasilkan 1.000 hibrida baru (Edi Sandara, 2002).

Diantara keluarga tanaman berbunga lainnya, sosok bunga anggek termasuk

paling beragam. Bebrapa jenis mirip kalajengking (Arachis), kupu-kupu

(phalaenopis) dan kantung (Paphiopedilum). Jumlah kuntumnya juga bervariasi dari

satu hingga ratusan kuntum. Bunga-bungga tersebut juga ditemukan dalam berbagai

ukuran, mulai 0,5 cm hingga 3 meter. Demikian juga keragaman warnanya, hamper

semua jenis warna melekat pada bunga yang dijadikan symbol cinta dan kecantikan

ini.

Bunga merupakan unsur terpenting dari tanaman anggrek. Struktur dasar

bunganya sudah baku, terdiri dari tiga kelompok (sepal) dan tiga tajuk bunga (petal).

Salah satu petal berubah menjadibibir bunga atau labellum. Bagian inilah yang

menjadi cirri khas bunga anggrek sehingga berbeda dengan famili tanaman berbunga

lainnya. Jadi tak salah jika segala keistimewaan dan keindahan melekat pada bunga

ini.

FISIOLOGI PASCA PANEN

Dalam mengusahakan anggrek sebagai bunga potong, tingkat kesegaran

bunga sangatlah penting diperhatikan. Untuk mendapatkan bunga yang prima dengan

ketahanan yang cukup lama perlu memperbaiki unsure panen dan saat panen, suhu

dan laju respirsi, pasokan air dan unsur hara, penggunaan bahan pengawet, kerusakan

mekanis dan penyakit.

 

1. Panen dan Saat Panen

Bunga anggrek yang akan dipanen harus nerasal dari tanaman yang sehat dan

sudah dewasa. Bunga anggrek dianggap layak untuk dipanen jika sudah mencapai stadia kuncup. Sebab, kuncup bunga memiliki kemampuan untuk mekar penuh

setelah mengalmai proses penyimpanan, pengangkutan dan pendistribusian.

Pemanenan bunga anggrek dilakukan saat proses transpirasi tidak terlalu besr,

yakni pagi pukul 08.00-10.00 atau sore setelah pukul 16.00. Tujuan pemanenan

pada pagi atau sore hari adalah untuk menurunkan tingkat keruskaan bunga akibat

panas dan kekurangan air.

Gunakan gunting tanaman yang bersih dan tajam ketika memotong tangkai

bunga. Umumnya, tangkai bunga itu dipotong miring. Bunganya yang telah

dipotong ditaruh di dalam bak kereta dorong. Supaya bunga tidak rusak, pada

dadsar bak dilapisi kertas atau busa yang lembut. Setelah bunga terkumpul, segera

dikirim ke tempat pengepakan.

Teknik penanganan seperti ini memberikan banyak keuntungan, antara lain

mempercepat waktu panen, meningkatkan kapasitas isi kemas, menyeerhanakan ,

manajemen suhu, mengurangi kerusakan mekanis dan menekan kehilangan air.

Selama ini, bunga anggrek (terutama dendrobium) dipanen jika 75-80 %

bunga di dalam satu tangkainya sudah mekar. Jenis anggrek lain, seperti cattleya,

dipanen 3-4 hari setelah bunga mekar, karena bunga caltteya yang dipanen

premature (terlalu dini) akan gagal mekar.

 

2. Suhu dan Laju Respirasi

Suhu lingkungan berhubungan langsung dengan laju respirasi bunga anggrek

potong. Suhu rendah dapat menekan laju respirasi, sehingga kerusakan bunga

dapat ditunda. Suhu tinggi membuat laju respirasi meningkat, sehingga

kandungan karbohidrat pada tangkai dan daun cepat berkurang. Suhu optimum

untuk penyimpanan bunga anggrek sangat tergantung dari spesies dan klon.

Anggrek potong dari marga cymbidium dan paphiopedilum dapat bertahan

selama tiga minggu pada suhu 1o C. bahkan jika masih di pohon cattleya,

cymbidium, paphiopedilum, phalaaenopis dan vandal bisa bertahan selama dua minggu jika disimpan pada suhu 5-7o C. anggrek potong dendrobium cukup baik

jika disimpan pada suhu 10-13o C.

 

3. Pasokan Air dan Unsur Hara

Untuk mempertahankan kesegaran bunga anggrek potong dn membuat mekar

kuncup bunganya diperlukan cadangan pati dan gula yang disimpan dalam

batang, daun dan petal.

Kandungan karbohidrat akan meningkat pada sore hari setelah sehari penuh

terkena sinar matahari, tetapi pemanenan bunga dianjurkan pada pagi hari karena

saat itu suhu lingkungan masih rendah, kandungan air tanaman tinggi dan banyak

tersedia waktu untuk penanganan bunga setealh dipotong, dari pohonnya.

Sifat bunga anggrek potong peka terhadap kekeringan. Air yang hilang setelah

bunga dipanen harus segera diimbangi dengan larutan perendam yang

mengandung air, senyawa pengawet dan zat hara.

 

4. Penggunaan Zat Pengawet

Penggunaan zat pengawet yang dilarutkan ke dlaam air dapat memperpanjang

kesegaran bunga potong 100-300 %. Umumnya, bahan pengwet komersial untuk

bunga mengandung beberapa komponen, seperti gula, bakterisida atau germisida,

garam logam, senyawa penghambat respirasi dan senyawa asam untuk

menurunkan pH air.

Gula berfungsi sebagai substrata dalam proses respirasi atau aktivitas

metabolisme lainnya. Namun, pertumbuhan bakteri akan meningkat jika substrat

yang digunakan hanya berupa gula. Senyawa pengawet anggrek potong adalah

8-hydroxyqinoline (HQS), AgNO3 , Physan-20 dan Alat (asam N-dimetilamino

sukksinamik). Seluruh pengawet itu bersifat bakterisida atau germisida

(penghambat perkembangbiakan bakteri penyebab busuk). Basa atau ester dari

HQS, terutama sulfat dan sitrat adalah germisida yang sering digunakan dlaam

larutan pengawet bunga potong. Sementara itu, AgNO3 adalah bakterisida yang

efektif dalam larutan pengawet bunga potong dan berperan sebagai antagonis

etilen (penghambat munculnya gas etilen).

Cara pengawetan yang biasa dilakukan merendam tangkai bunga selama dua

jam ke dalam 500 ppm AgNO3 + 10 % sukrosa + 150 ppm asam sitrat. Tinggi

larutan perendam sekitar 10 cm. setelah itu, bunga diikat sebanyak 5, 10 atau 15

tangkai per ikatnya. Tangkai tersebut dimasukkan ke dalam kantung plastic berisi

kapas basah atau aquades. Anggrek vandal dan arachins cukup dibungkus kertas

Koran atau kertas roti.

Anggrek dendrobium dan cattleya dapat dibungkus dengan kertas tissue toilet.

Ketika pembungkusan dilakukan, jaga jangan sampai tepung sarinya terlepas

karena akan mengakibatkan munculnya gas etilen yang menyebabkan bunga cepat

layu.

 

5. Kerusakan Mekanis dan Penyakit

Anggrek potong dapat memproduksi etilen. Gas ini dapat mempercepat proses

produksi bunga, sehingga bunga menjadi layu dan rontok. Kepekaan bunga

anggrek terhadap gas etilen dapat dikurangi dengan pemberian suhu dingin,

setelah panen atau setelah pengiriman. Bunga anggrek potong tersebut harus

segera dikeluarkan dari wadah pengemasannya. Kemudian diletakkan di daam

ruangan pendingin yang bersuhu cocok dengan bunga anggrek potong tersebut.

Sedapat mungkin hindari terjadinya perlukan mekanis, sseperti memar dan

patah tangkai. Selain mengurangi nilai estetika, permukaan yang terluka akan

menjadi tempat pencemaran jasad renik, meningkatkan produksi etilen,

meningkatkan kecepatan respirasi dan mengurangi umur kesegaran bunga.

Bunga anggrek potong setelah pascapanen tergolong peka terhadap penyakit

dan kerusakan mekanis. Factor penyebabnya adalah mahkota bunga anggrek yang

agak rapuh dan adanya cairan madu pada bunga anggrek yang dapat merangsang

pertumbuhan pathogen. Selain itu, fluktuasi suhu pada penyimpanan dan

distribusi dapat menyebabkan terjadinya kondensi (pengembunan) air pada bunga potong sehingga terjadi pencemaran oleh jasad renik. Kerusakan akibat gangguan

penyakit ini dapat dihindari dengan manajemen yang baik, pengendapaian suhu

dan melakukan minimalisasi terjadinya kondensi pada bunga anggrek potong.

 

PENUTUP

Anggrek potong memiliki daya tahan yang cukup lama. Walaupun

begitu berbagai usaha untuk mempertahankan kesegaran bunga tetap perlu dilakukan

untuk menjaga penampilan dan kecantikannya. Salah satu cara untuk menjaga

penampilan aggrek tetap cantik dan segar adalah penanganan pesca panen dan pasca

produksi yang benar. Faktor utama yang mempengaruhi mutu pasca panen dan pasca

produksi anggrek potong adalah tingkat ketuaan bunga, suhu, pasokan air dan

makanan, etilen, kerusakan mekanis dan penyakit.

Teknik yang terbaik (murah dan mudah dilakukan) untuk mengatasi

masalah tersebut diatas yaitu dengan cara pangkal tangkai bunga dibungkus dengan

kapas yang telah dibasahi dengan aquades di tambah pengawet kemudian dimasukkan

pada kantong plastik kecil dan diikat.

 

By : Candra Quida N

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s