POLA PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF

Posted: April 4, 2011 in Referens

Pola Pertumbuhan

Sebelum memasuki pada pola pertumbuhan alangkah baiknya dimengrti dahulu soal pertumbuhan itu sendiri. Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi dimana air, C02, dan garam-garaman organik dirubah menjadi bahan hidup yang mencakup; pembentukan karbohidrat (proses tbtosintesis), pengisapan dan gerakan air dan hara (proses absorbs dan translokasi), penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi.

Pola pertumbuhan sendiri merupakan tahapan-tahapan dimana tanaman itu memasuki masa-masa vegetative dan generative. Pola pertumbuha ini sangat penting untuk dimengerti, karena dengan mengetahui pola pertumbuhan tanaman, maka pembudidaya tanaman akan mendapatkan suatu strategi yang tepat untuk melakukan pemeliharaan tanaman yang tepat dan efektif.

Dalam pola pertumbuhannya sendiri, tanaman mengalami dua fase pertumbuhan, yaitu fase vegetative dan fase generative. Fase generative adalah fase berkembangnya bagian-bagian generative dari suatu tanaman.  Bagian generative pada tanaman ini seperti bunga, buah, dan biji. Fase vegetatif sendiri adalah fase berkembangnya bagian vegetative dari suatu tanaman. Bagian vegetative dari tanaman adalah akar, batang dan daun.

Dalam makalah ini yang akan dibahas secara lebih rinci adalah tentang fase pekembangan tanaman secara vegetative.

Fase Vegetatif Perkembangan Tanaman

Pada pendahuluan diatas tadi telah disinggung sedikit tentang fase vegetative pada perkembangan tanaman. Fase  vegetative tanaman merupakan fase berkembangnya bagian vegetative dari suatu tanaman. Bagian vegetative dari tanaman adalah akar, batang dan daun.

Pada fase ini berhubungan dengan 3 proses : pembelahan sel, perpanjangan sel dan tahap pertama diferensiasi.

Pada proses pembelahan sel, memerlukan karbohidrat dalam jumlah yang besar, karena dinding sel terbentuk dari selulosa dan protoplasmanya dari gula. Pembelahan sel terjadi dalam jaringan merismatis pada titik tumbuh batang daun ujung akar dan kambium.

Untuk kegiatan perpanjangan sel, hal ini terjadi pada saat pembesaran sel, proses ini membutuhkan pemberian air yang cukup. Lalu hormon untuk merentangkan dinding sel. Dan yang terakhir adalah dengan adanya ketersediaan gula.

Diferensiasi adalah suatu situasi dimana sel-sel meristematik berkembang menjadi dua atau lebih macam sel/jaringan/organ tanaman yang secara kualitatif berbeda satu dengan yang lainnya. Merupakan proses hidup yang menyangkut transformasi sel tertentu ke sel-sel yang lain menurut spesialisasinya (baik spesialisasi dalam hal proses biokimia, fisiologi, maupun struktural) Misalnya pada pembentukan jaringan xylem dan phloem.

Proses diferensiasi sendiri mempunyai tiga syarat, yaitu :

  1. Hasil assimilasi yang tersedia dalam keadaan berlebihan untuk dapat dimanfaatkan pada kebanyakan kegiatan metabolisme
  2. Temperatur yang menguntungkan
  3. Terdapat sistem enxzym yang tepat untuk memperantarai proses diferensiasi.

Fase vegetatif ini sendiri berlangsung selama periode tertentu. Setiap tanaman memiliki periode fase vegetatif yang berbeda-beda. Selama fase vegetatif  ini berjalan pada periode tertentu, maka tanaman juga akan berangsur-angsur masuk dan berganti ke fase generatif. Dalam satu daur pertumbuhan tanaman, fase vegetatif dan fase generatif saling bergantian.

Pertumbuhan vegetatife sendiri sudah dimulai sejak tanaman di tanam dalam media yang sudah paten. Hal ini berarti, sejak masa pembenihan dan perkecambahan. Setelah masa penyiangan maka pertumbuhan vegetatif baru akan berjalan secara maksimal. Pertumbuhan ini yaitu mulai tumbuhnya akar sejati yang sudah kuat dan berkembang terus kedalam tanah.

Untuk batangnya sendiri juga akan terus bertambah besar dan tinggi. Jika pada tanaman yang berkambium, maka tanaman ini juga akan tumbuh melebar dan menjadi semakin keras. Pada daun sendiri akan terus bertambah sampai nanti memasuki fase generatifnya.

Setiap tanaman memiliki pola pertumbuhan vegetatif dan generatif yang berbeda-beda. Hal ini terbagi dalam tiga hal, yaitu :

  • Fase vegetatif berlangsung sampai waktu tertentu kemudian berangsur diganti fase generatif .

Pada tanaman ini vase vegetatifnya terlihat jelas dan berbeda dari fase generatifnya. Fase vegetatif akan berjalan sesuai dengan waktunya. Jika sudah selesai maka akan berangsur-angsur masuk ke fase pertumbuhan generatifnya.

Contoh dari tanaman yang mengalami hal ini adalah padi, jagung, kacang tanah, cauliflower, brokoli.

  • Fase vegetatif dominan atas fase generative

Pada tanaman yang mengalami hal ini, fase vegetatifnya berlangsung lebih lama dari pada fase generatifnya.

Contoh tanaman yang mengalami Fase vegetatif dominan atas fase generative adalah  kubis, brruselsprout, bawang merah.

  • Fase generatif berjalan (hampir) bersamaan dengan fase vegetative

Pada tanaman yang mengalami hal ini, fase generatifnya hamper berjalan bersamaan dengan fase vegetatifnya. Namun masih tetap fase vegetative yang terlebih dahulu.

Contoh tanaman yang mengalami hal seperti ini adalah talas, cabai, tomat dan kentang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman

Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman ialah faktor tanah, suhu, dan cahaya.

Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik, bahan organik tanah, organisme tanah, atmosfer tanah dan air tanah. Dalam hal ini tingkat kesuburan tanah (kimiawi, fisik, dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.

Peranan suhu sebagai pengendali proses-proses fisik dan kimiawi yang selanjutnya akan mengendalikan reaksi biologi dalam tubuh tanaman. Misalnya suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Kecepatan reaksi kimia sangat dipengaruhi suhu, suhu makin tingg dalam batas tertentu reaksi makin cepat. Disamping itu suhu juga berpengaruh pada kestabilan sistem enzim.

Cahaya matahari sebagai sumber energi primer di muka bumi, sangat menentukan kehidupan dan produksi tanaman. Pengaruh cahaya tergantung mutu berdasarkan panjang gelombang (antara panjang gelombang 0,4 – 0,7 milimikron). Sebagai sumber energi  pengaruh cahaya ditentukan oleh intensitas cahaya maupun lama penyinaran (panjang hari). Reaksi cahaya dari tanaman (fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisitas) didasarkan atas reaksi fotokimia yang dilaksanakan oleh sistem pigmen spesifik.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s