HIDROLISIS, HIDRASI dan LEACHING

Posted: March 30, 2011 in Artikel

HIDRASI

Hidrasi berarti adsorpsi air, ardsorpsi air adalah penarikan air oleh sesuatu zat, tetapi tidak terus masuk ke dalam zat tersebut, melainkan hanya di permukaan saja. Berbeda dengan absorpsi dimana meresapkan zat yang tertangkap itu ke dalam seluruh zat penangkap. Proses ini dapat terjadi terjadi misalnya pada perubahan gips ke dalam anhidrit akibat adsorpsi air yang dilukiskan dengan persenyawaan kimia berikut:

CaSO4 + 2H2O CaSO42H2O

HIDROLISIS

Hidrolisis merupakan istilah umum yang dipergunakan untuk menyebut reaksi suatu zat dengan air. Hidrolisis atau dalam bahasa Ingris disebut sebagai “Hydrolysis” berasal dari kata “hydro” artinya air dan “lysis” artinya peruraian. jadi hidrolisis bisa diartikan sebagai peruraian oleh air. Sifat asam, netral, atau basa larutan garam ditentukan oleh reaksi hidrolisis baik kation atau anion garam tersebut. Yang perlu diingat disini adalah bila kation yang terhidrolisis maka akan dihasilkan larutan yang bersifat asam. Bila anion yang terhirolisis maka akan dihasilkan larutan yang bersifat basa, dan bila kation atau anion yang terhidrolisis maka sifatnya ditentukan oleh nilai Ka dan Kb, nilai yang paling besar menentukan sifat larutannya. Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa.

Jadi hidrolisis adalah reaksi senyawa air dengan senyawa lain yang menyebabkan senyawa bersangkutan terurai menjadi basa dan asam serta terlepas dari struktur mineral. Contoh hidrolisa adalah seperti berikut:

K Al Si3O8 + HOH                       H Al Si3O8 – KOH

Ortoklas          air                                asam          basa

(padat)         (cair)                            (larutan)    (larutan)

 

K Al Si3O8     = ortoklas

KOH               = hidroksil

H Al Si3O8 , ini mengalami perubahan lebih lanjut sampai membentuk mineral liat

LEACHING (PENCUCIAN)

Leaching (ekstraksi padat-cair) ialah proses peluruhan bagian yang mudah terlarut (solute) dari suatu padatan dengan menggunakan suatu larutan (pelarut) pada temperatur dan proses alir tertentu. Proses ini dilakukan bisa untuk mendapatkan bagian yang mudah terlarut karena lebih berharga dari padatannya, misalnya pada bahan tambang, minyak nabati dan lain-lain, ataupun untuk menghilangkan bahan kontaminan yang mudah terlarut dari padatan yang lebih berharga, misalnya pigmen dari kontaminan kimiawi yang bisa atau mudah dilarutkan.

Jika solute tersebar merata dalam padatan, maka yang lebih dekat dengan permukaan akan lebih dulu terlarut meninggalkan sisa padatan yang lebih berpori jadinya (rafinat). Pelarut selanjutnya akan menembus lapisan terluar sebelum mencapai solute berikutnya, dan selanjutnya proses akan meningkat tingkat kesulitan ekstraksinya Karena kandungan solute dari sebelumnya atau laju ekstraksi akan menurun.

Secara umum proses dapat diasumsikan dalam tiga bagian. Pertama, perubahan fasa dari solute selagi terlarut ke dalam pelarut. Kedua, difusi dari solute melalui pelarut dalam pori-pori padatan keluar dari partikel tersebut. Ketiga, perpindahan dari solute dari larutan atau pelarut dalam kontak dengan partikel ke larutan utama keseluruhan.

Proses pencucian terdiri dari 3 bagian penting:

  1. Proses perubahan fasa dari solute saat terlarut ke dalam pelarut (padat-cair)
  2. Difusi dari solute melalui pelarut dalam padatan, yang keluar melalui pori-pori padatan (kira-kira seperti itulah)
  3. Perpindahan solute dari larutan/pelarut dalam kontaknya dengan partikel ke larutan utama.


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s