Penetapan C-organik dan Kebutuhan Kapur dalam Tanah

Posted: March 30, 2011 in Soil Science

PENETAPAN C-ORGANIK DAN KEBUTUHAN KAPUR DALAM TANAH

Candra Quida Nurfendika

Abstrak

Bahan organik tanah merupakan indicator kesuburan tanah karena bahan organik kumpulan senyawa-senyawa organik yang telah mengalami dekomposisi oleh mikroorganisme. Dan mempunyai manfaat yang baik bagi tanah. Banyak unsur-unsur kimia yang terkandung didalam tanah dan tidak semuanya menguntungkan sehingga butuh penetralan dalam tanah atau perbaikan tanah dengan cara pengapuran.

Kata kunci : C-Organik dan pengapuran.

Tanah merupakan penyusun sebagian besar bumi ini disamping air. Sebagai pijakan dalam hidup kita dibumi ini. Fungsi tanah sangat banyak, misalnya sebagai dasar rumah kita, pembutan kerajinan dari tanah, sebagai media tumbuhan dan lain sebagainya. Tanah mempunyai partikel penyusunnya berupa pasir, debu, dan liat. Di dalam tanah terdapat mineral, unsur hara, air, udara, dan banyak mikroorganisme yang hidup didalam tanah.  Tanah juga mempunyai tingkatan kedalaman yang disebut dengan horizon.  Dalam setiap tingkatan tersebut berbeda-beda yang terkandung didalamnya. Banyak sekali keanekaragaman mikroorganisme dan hewan tanah baik yang bersifat merugikan maupun yang menguntungkan. Kandungan yang terdapat didalam tanah tidak selamanya terpenuhi dan dapat berkurang karena adanya factor alam seperti erosi yang mempengaruhi sehingga kandungan dalam tanah tersebut hilang terbawa air. Dan karena factor tumbuhan yang membutuhkan unsur-unsur yang terkandung sehingga habis. Karena itu perlu adanya penggantian atau penambahan unsur-unsur dalam tanah tersebut agar tanah tersebut tetap subur. Dan  tetap menjadi media tumbuh tumbuhan yang terbaik.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan di adakan penelitian tentang unsur-unsur yang hilang sehingga dapat diketahui unsur yang hilang tersebut dan berapa yang dibutuhkan. Dalam satu agregat tanah hanya sedikit terkandung bahan organik. Bahan organik sangat penting bagi tumbuhan karena bahan organik sebagian syarat tanah yang subur. Sehingga tanah yang kehilangan bahan organik dapat merugian bagi tumbuhan. Tidak hanya kekurangan unsur yang terkandung didalam tanah tetapi dapat juga kelebihan sehingga mengakibatkan keracunan dan over dosis bagi tumbuhan. Oleh karena itu dibutuhkan pengapuran untuk menetralkannya.

 

PENETAPAN C-ORGANIK

Dasar teori

Kandungan bahan organik pada masing-masing horizon merupakan petunjuk besarnya akumulasi bahan organik dalam keadaan lingkungan yang berbeda. Komponen bahan organik yang penting adalah C dan N. kandungan bahan organik ditentukan secara tidak langsung yaitu dengan mengalikan kadar C dengan suatu faktor yang umumnya sebagai berikut: kandungan bahan organik = C x 1,724. Bila jumlah C organik dalam tanah dapat diketahui maka kandungan bahan organik tanah juga dapat dihitung. Kandungan bahan organik merupakan salah satu indicator tingkat kesuburan tanah.

Pengertian bahan organik

Kumpulan senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa anorganik hasil mineralisasi (disebut biontik) termasuk mikroba heterotrofik dan autotrofik yang terlibat (biotic).

Bahan organik tanah

1)      Ukuran partikelnya < 2mm.

2)      0 – 6% berada dihorison A.

3)      Sekitar >1% biomas terdapat dipermukaan horizon.

4)      Sebagian bahan organik dilapukkan oleh mikroba.

Manfaat bahan organik

1)      Menambah keasaman / kebasaan tanah.

2)      Mempengaruhi warna tanah.

3)      Mempengaruhi cirri fisik tanah (mempengaruhi tekstur dan struktur)

4)      Menambah kemampuan tanah untuk mengikat / menahan unsur hara.

5)      Sumber unsur hara N, P, S, unsur mikro dan lain-lain.

Pengaruh bahan organik tanah terhadap sifat tanah

1)      Menurunkan plastisitas.

2)      Memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi lebih remah.

3)      Meningkatkan daya menahan air sehingga drainase tidak berlebihan, kelembapan dan temperatur tanah menjadi stabil.

4)      Terhadap fisika tanah bahan organik tanah membentuk struktur yang baik.

5)      Terhadap kimia tanah bahan organik sebagai sumber nutrisi tanah / sumber unsur hara dan terjadi kapasitas pertukaran kation yang tinggi.

6)      Terhadap biologi tanah sebagai suplai energi untuk bahan organisme tanah.

 

PENETAPAN KEBUTUHAN KAPUR

Dasar teori

Pemberian kapur ke dalam tanah pada umumnya bukan karena tanah kekurangan Ca tetapi tanah terlalu masam. Sehingga pengapuran dapat menetralkannya.

Tujuan pengapuran

1)      Mempengaruhi kondisi tanah bereaksi masam sehingga cukup baik untuk pertumbuhan tanaman / jazad mikro.

2)      Menghilangkan pengaruh racun Al, Fe, dan Mn.

3)      Menambah unsur basa Ca atau Mg.

4)      Meniadakan fiksasi P atau Mo.

Manfaat pengapuran

1)      Menaikan PH tanah.

2)      Menambah unsur-unsur Ca dan Mguntuk menetralkan atau membasakan.

3)      Menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo.

4)      Mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al.

5)      Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan memperbaiki pembentukan bintil-bintil akar.

6)      Bermanfaat dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga sifat kesuburan tanah menjadi bak.

Bentuk-bentuk kapur

1)      Kapur kalsit (CaCO3)

Terdiri dari batu kapur kalsit yang ditumbuk atau digiling sampai kehalusan tertentu.

2)      Kapur dolomite (CaMg(CO3)2)

Terdiri dari batu kapur dolomite yang ditumbuk pada kehalusan tertentu.

3)      Kapur bakar / quick lime (CaO)

Batu kapur yang dibakar sehingga terbentuk CaO.

CaCO3 + panas è CaO + CO2

(dibakar)                (kapur bakar)

4)      Kapur hidrat / siaked lime (Ca(OH)2)

CaO + H2O è Ca(OH)2 + panas

(diberi air)           (kapur hidrat)

5)      Kapur tohor (kapur hidup)

Kapur yang mempunyai Kadar kalsium tinggi.

Faktor yang mempengaruhi pengapuran

a)      PH tanah è karena pengapuran dapat menaikan PH tanah sehingga tidak masam.

b)      Tekstur è dengan pengapuran dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga teksturnya akan menjadi baik.

c)      Kandungan bahan organik è tanah yang mengandung bahan organik tidak perlu pengapuran.

d)     Mutu kapur è pengapuran dengan menggunakan kapur yang bermutu baik akan mempengaruhi hasil dari pengapuran dengan hasil yang baik pula.

e)      Mutu jenis tanaman è jenis tanaman yang tidak memerlukan perlakuan yang ekstra tidak membutuhkan pengapuran. Dengan begitu pengapuran biasanya digunakan pada bidang pertanian.

Sasaran pengapuran

Tanah mineral dan organik yang bereaksi masam, contohnya untuk tanah mineral: ultisol, oksisol, andisol, dan untuk tanah organik: histosol / gambut.

Dasar penentuan kebutuhan kapur

Di daerah tropic pengapuran berdasarkan pada jumlah kapur yang dibutuhkan untuk meniadakan pengaruh beracun Al, mengurangi kemasam tanah, dan menyediakan unsur Ca dan Mg.

Tahap pemberian kapur

  • Sesuai dengan dosis setempat (penentuan melalui uji cepat)
  • Penebaran kapur harus serata mungkin. Pembenaman dan pencampuran ke tanah harus sedalam-dalamnya dan serata-ratanya (kecuali dilarang pengolahan dalam)

Waktu pemberian kapur

  • Kapur diberikan pada musim: Labuan (akhir musim kemarau, awal musim penghujan)
  • Pada waktu pengolahan tanah untuk tanaman musim penghujan.

Cara pemberian kapur

1)      Tentukan luas lahan yang akan dikapur, bersihkan terlebih dahulu dari rumput.

2)      Tentukan dosis kapur yang diperlukan.

3)      Bagi luasan yang akan dikapur, perhitungan jumlah kebutuhan kapur sampai bagian terkecil.

Table kebutuhan kapur

PH KEBUTUHAN KAPUR Ton/Ha PH KEBUTUHAN KAPUR Ton/Ha
2 6,8 1 3,7
1,9 6,5 0,9 3,4
1,8 6,2 0,8 3
1,7 5,9 0,7 2,7
1,6 5,6 0,6 2,4
1,5 5,3 0,5 2,1
1,4 4,9 0,4 1,8
1,3 4,6 0,3 1,5
1,2 4,3 0,2 1,1
1,1 4,2 0,1 0,8

 

 

 

Prosedur penentuan kebutuhan tanah

1)      Ambil sedikit tanah dari plasti sample (10 g).

2)      Masukkan kedalam fial film.

3)      Masukkan air dan larutan CaCO3 kedalam fial film (10 ml).

4)      Letakkan fial film kea lat pengocok selama 5 menit.

5)      Diukur PH nya dengan alat PH meter.

6)      Dihitung kebutuhan kapurnya.

 

HASIL

Perhitungan PH melalui alat ukur PH meter :

a)      PH ultisol + larutan CaCO3 = 5,84 è PH potensial

b)      PH ultisol + H2O                        = 5        è PH actual

c)      PH oxisol + larutan CaCO3 = 5,99 è PH potensial

d)     PH oxisol + H2O                         = 4,83 è PH actual

 

  • Δ PH (ultisol) = 5,84 – 5 = 0,84
  • Δ PH (osisol) = 5,99 – 4,83 = 1,16
  • Jadi kebutuhan kapur pada tanah ultisol 3 ton/Ha
  • Jadi kebutuhan kapur pada tanah oxisol 4,3 ton/Ha

 

Pembahasan

PH tanah yang ultisol yang berwarna orange mempunyai PH + air adalah 5 dan PH tanah ultisol + CaCO3 adalah 5,84. Tanah ultisol dicampur dengan CaCO3 mempunyai PH lebih besar karena larutan CaCO3 bersifat masam. Sama halnya dengan tanah oxisol akan mempunyai PH yang tinggi jika dicampur dengan CaCO3 karena CaCO3 bersifat masam.

 

KESIMPULAN

  • Pengapuran adalah pemberian kapur kedalam tanah pada umumnya bukan karena kekurangan Ca tetapi karena tanah terlalu masam.
  • BOT adalah sisa-sisa makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan yang mengalami pelapukan atau dekomposisi oleh mikroorganisme yang tertimbun dalam tanah.

 

 

DAFTAR RUJUKAN

Hakim, nurhajati. 1986. Dasar-dasar ilmu tanah. Unlam. Lampung

Hanafiah, kemas. 2007. Dasar-dasar ilmu tanah. Rajagrafindo. Jakarta

Hardjowigeno, sarwono. 2007. Ilmu tanah. Akademika pressindo. Jakarta

Tim dosen jurusan tanah FP UB. 2008. Panduan praktikum tanah dan media tumbuh. Jurusan tanah FP UB. Malang

 

 

 

 

 

 

 

Comments are closed.