KLASIFIKASI BENTUKAN LAHAN GUNUNG BROMO

Posted: March 31, 2011 in Referens

KLASIFIKASI BENTUKAN LAHAN GUNUNG BROMO

 

  • Kaldera

Kaldera adalah lautan pasir yang terdapat dipegunungan tengger yang luasnya hampir 10km2. Kaldera ini terbentuk karena gunung tengger yang meletus dengan tenaga yang sangat dasyat sehingga kerucut volkan bagian atas terlempar sehingga seperti segitiga yang bagian atasnya hilang, erupsi yang berlangsung terus menerus akibat aktivitas volkanik bagian dapur magma keluar terus mengakibatkan penurunan bagian (ambles ke bawah) akhirnya terbentuk kaldera pada gunung bromo.

 

  • Kepundan

Kepundan merupakan lubang keluarnya isi dari dapur magma,  yang mengeluarkan lava dan lahar. Biasanya disebut dengan daerah kawah. Kepundan dipegunungan tengger telah berulang kali mengalami perubahan tempat lubang kepundan sehingga terbentuk lubang kepundan tua berjumlah 3 dan akhirnya terbebtuk gunung bromo yang sekarang ada.

 

Gunung Bromo

gambar : gunung Bromo

  • Dinding kaldera

Dinding kaldera terdapat pada sisi-sisi bagian luar kaldera yang lerengnya > 60%. Bagian yang membatasi dengan sisi terluar kerucut volkan.

 

  • Aliran Lahar (muda)

Bagian kerucut volkan berupa aliran lahar pada lereng dan kaki kerucut, umumnya berbatu. Pembagian selanjutnya atas dasar posisi (atas, tengah dan bawah) dan torehan

  • Aliran Lava (muda)

Bagian kerucut volkan berupa aliran lava pada lereng dan kakinya. Pembagian selanjutnya atas dasar posisi (atas, tengah dan bawah) dan torehan

  • Ngarai (Steep Sided Slope)

Lembah-lembah di daerah kerucut volkan dengan dinding-dinding terjal. Ngarai ini bentuknya akan saling terkait dengan torehan. Terbentuk karena tenaga eksogen.

 

  • Aliran Lahar Lebih Tua (Older Lahar Flow)

Aliran bahan-bahan piroklastika hasil erupsi gunungapi yang telah lama diendapkan, baik langsung dari erupsi (lahar panas) atau karena jenuh air dari hujan atau air kepundan. Bedanya dengan aliran muda adanya vegetasi yang menutupi lahan tersebut.

 

  • Aliran Lava (Lava Flow)

Aliran lava yang kemudian membeku menjadi batu, biasanya menghasilkan lereng curam di ujung alirannya. Pembagian selanjutnya berdasarkan relief, torehan dan litologi.

 

By : Candra Quida N

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s