Manfaat Lahan pengaplikasian jerami UNTUK PERTANIAN

Posted: March 31, 2011 in Soil Science

PENGAPLIKASIAN JERAMI DI LAHAN PERTANIAN

Produksi padi nasional tahun 2008 sebesar 57,157 juta ton (Deptan, 20092), dengan demikian produksi jerami nasional diperkirakan mencapai 80,02 juta ton. Sehingga jangan disia-siakan penggunaan jerami untuk diaplikasikan pada lahan pertanian entah dalam bentuk pupuk atau langsung ditanam dibawah tanah. Di Indonesia rata-rata kandungan unsur hara yang terkandung dalam jerami adalah 0,4 % N, 0,02 % P, 1,4 % K dan 5,6 % Si. Jika dihitung ketika kita memanen padi 5 ton/ha akan dihasilkan jerami sebanyak 7,5 ton yang mengandung 45 kg N, 10 Kg P, 125 Kg K, 10 Kg S, 350 Kg Si, 30 Kg Ca 10 Kg Mg. Sangat besar manfaat jerami untuk lahan pertanian. Penjelasan tentang manfaat jerami yang langsung diaplikasikan pada lahan pertanian dengan ditanam langsung dibawah top soil.

Pengaruh jerami bagi tanah
jerami sangat berpengaruh besar terhadap sifat-sifat tanah karena jerami termasuk bahan organik. Penjelasan fungsi-fungsi jerami yang mempengaruhi sifat fisik, biologi dan kimia  tanah : berfungsi sebagai perbaikan agregart tanah karena bisa sebagai bahan perekat antara agregat tanah, memperbaiki aerasi tanah karena pori-pori yang ada dalam tanah meningkat otomatis banyak udara yang masuk ini juga berhubungan dengan perkolasi dan ketersediaan air dengan adanya ruang pori yang banyak jika ada hujan atau di irigasi pori-pori akan terisi air dan ketersediaan air meningkan diikuti pergerakan air yang semakin bebas, mensuplai unsur hara mikro maupun makro dengan unsur (N, P, K, Si, Ca dan Mg), pengganti pupuk kimia dapat dilihat ditabel bawah ini kandungan dari jerami, sehingga unsur hara yang dibutuhkan untuk tanam lagi dapat dipenuhi dengan jerami tersebut.

Rasio C/N 18.88
C- organik (%) 35.11
N (%) 1.86
P2O5 (%) 0.21
K2O (%) 5.35
Kadar air (%) 55%

Mengembalikan kesuburan tanah karena unsur hara yang diambil dari tanah dikembalikan lagi dengan cara penanaman didalam tanah, memberikan kontribusi pada daya pulih (resiliansi) tanah karena tanah menjadi subur, sebagai ukuran kapasitas retensi hara tanah, untuk daya pulih tanah akibat perubahan pH tanah, pengatur suhu tanah dari perubahan iklim makro, menurunkan bobot isi karena tanah semakin banyak ruang porinya, Sebagai sumber energi mikroorganisme tanah karena makanan mikroorganisme, kapasitas tukar kation meningkat dikarenakan unsur hara yang terkandung semakin banyak yang sebelumnya tanahnya masam dan kationnya bertambah, meningkatkan sangga tanah karena memperkuat agregasi, memperkuat tanah dari erosi karna adanya agregasi yang kuat antar tanah, mengurangi pertumbuhan gulma dikarenakan tanah semakin sehat sehingga perkembangan gulma terganggu, warna tanah akan berubah agak gelap setelah terdekomposisi jeraminya karena menjadi BO dan KB akan meningkat karena ketersediaan hara yang tinggi dan sirklus hara tertutup.

By : Candra Quida N

Comments are closed.