HUBUNGAN IRIGASI DENGAN SIRKLUS HIDROLOGI

Posted: April 12, 2011 in Referens

HUBUNGAN IRIGASI DENGAN SIRKLUS HIDROLOGI

Hubungan irigasi dengan sirklus hidrologi sangat erat hubungannya. irigasi mencakup empat aspek penting yang saling mempengaruhi, yaitu iklim, tanaman, tanah, dan manusia. Iklim, seperti curah hujan, kelembapan, suhu, penguapan, dan sebagainya akan mempengaruhi besar-kecilnya proses evapotranspirasi. Kebutuhan akan air tiap fase pertumbuhan tanaman tidak sama, hal ini dikarenakan oleh perbedaan jumlah dan ukuran daun. Selain itu, tipe tanaman juga menentukan kebutuhan air tanaman, tanaman dengan tipe daun berbeda akan membutuhkan air dengan jumlah yang berbeda pula serta cara distribusi yang tentu saja berbeda. Karakteristik tanah yang berhubungan dengan air akan mempengaruhi jumlah air yang diberikan serta frekuensi pemberiannya.

Irigasi bersumber dari air permukaan (danau/ sungai/ waduk) atau dari groundwater. dalam siklus hidrologi, saat terjadi hujan air mencapai permukaan tanah dan ada yang ke daun tanaman, air yang ke tanah kemudian bergerak secara kontinu dengan tiga cara berbeda, yaitu penguapan, infiltrasi, dan aliiran permukaan (run off). Apabila air langsung mengalami penguapan dan run off, maka air yang dapat digunakan untuk irigasi menjadi sedikit, karena air di waduk, sungai, danau, rawa, serta groundwater akan berkurang. Apabila langsung terjadi aliran permukaan karena tidak ada yang menahan laju air akan mempercepat hilang y air karena tidak dsmpan di dalam tanah, jika lebih lama disimpan dalam tanah ketersedian air tanah stabil dan daerah penampungan juga akan terus stabil ketinggiannya sehingga tidak terjadi banjir dan kekeringan.

PERFORMANCE IRIGASI DI INDONESIA DI PETAK TERSIER

Dalam perjalanan sejarah irigasi di Indonesia, pengelolaan irigasi di tingkat jaringan utama pernah menjadi kewenangan pemerintah maupun petani. Namun, untuk pengelolaan petak tersier selalu menjadi kewenangan petani karena jaringan tersier merupakan jaringan irigasi yang langsung bersentuhan dengan petani. Pengelolaan petak tersier yang dilakukan oleh petani dilakukan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebagai organisasi yang menghimpun petani dengan satu kepentingan terhadap air irigasi dalam satu petak tersier. Pengelolaan jaringan irigasi tingkat tersier mempunyai kontribusi signifikan dalam memperoleh kinerja irigasi yang tinggi. Oleh karena itu pemerintah memandang perlu untuk turut membantu pengembangan pengembangan petak tersier dan meningkatkan kinerja petak tersier. Pengembangan petak tersier di Daerah Irigasi (DI) baru atau pengembangan dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum sedangkan Departemen Pertanian membantu peningkatan jaringan tersier melalui Program Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT).

Contoh nyata kerusakan pada petak tersier, Sekitar 130 irigasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengalami rusak berat, sementara 200 lainnya dalam kondisi rusak sedang dan 100an rusak ringan, akibat terjadinya gempa dan longsor di sejumlah wilayah di daerah itu. Oleh karenanya, setidaknya 78 daerah irigasi di KBB telah mendapatkan pemeliharaan dengan ditambah jalur sekunder dan tersier dari saluran irigasi utama, kata Kepala Seksi Pembangunan DBMP (Dinas Bina Marga dan Pengairan) KBB, Pardin saat dihubungi wartawan, Sabtu. Tak hanya itu, menurutnya, pemeliharaan daerah irigasi di KBB masih terkendala oleh kurangnya jumlah petugas pemeliharaan irigasi (PPI). Pasalnya, sebanyak 452 daerah irigasi (DI) di KBB hanya dipelihara oleh enam belas petugas sehingga untuk pemeliharaan sisanya dilakukan oleh petugas Mitra Cai. “Kekurangan PPI sejauh ini tertolong oleh keberadaan Mitra Cai atau Perkumpulan Petani Pengelola Air (P3A). Harus kita akui jika petugas pemelihara irigasi pun masih kurang. Idealnya, satu petugas mengawasi dua kilometer saluran irigasi dan peralatan kalibrasinya. Kita sih inginnya kondisi demikian tidak berlangsung lama,” katanya. Ditegaskannya, kurang maksimalnya pemeliharaan dan pengawasan, menurut dia, sering berdampak pada pencurian peralatan irigasi. Pemberdayaan P3A diharapkan dapat membantu pemeliharaan dan pengawasan daerah irigasi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s